Banyak orang mengira luka kecil di area genital akan sembuh sendiri. Padahal, bisa jadi itu adalah tanda awal Sifilis, infeksi menular seksual yang dikenal juga sebagai “raja singa”.
Sifilis sering berkembang tanpa rasa sakit di tahap awal, sehingga penderitanya merasa baik-baik saja dan menunda pemeriksaan. Sayangnya, jika tidak segera diobati, sifilis dapat merusak organ vital seperti otak, jantung, dan saraf.
Kabar baiknya: sifilis bisa disembuhkan, terutama jika ditangani sejak dini.
Apa Itu Sifilis?
Sifilis adalah infeksi bakteri yang ditularkan melalui:
- Hubungan seksual tanpa kondom (vaginal, anal, atau oral)
- Kontak langsung dengan luka sifilis
- Penularan dari ibu hamil ke janin
Penyakit ini berkembang dalam beberapa tahap, dan setiap tahap memiliki gejala yang berbeda.
Tahapan & Gejala Sifilis
1. Tahap Primer
- Luka kecil (chancre) di area genital, anus, atau mulut
- Biasanya tidak nyeri
- Bisa sembuh sendiri dalam beberapa minggu
Banyak orang salah mengira sudah sembuh, padahal bakteri masih ada di dalam tubuh.
2. Tahap Sekunder
- Ruam pada telapak tangan atau kaki
- Demam
- Pembengkakan kelenjar getah bening
- Nyeri tenggorokan
- Rambut rontok
Gejala bisa hilang tanpa pengobatan, tetapi infeksi tetap berlanjut.
3. Tahap Laten & Tersier
Jika tidak diobati selama bertahun-tahun, sifilis dapat menyebabkan:
- Kerusakan jantung
- Gangguan saraf
- Gangguan penglihatan
- Stroke
- Kerusakan otak
Pada tahap ini, komplikasi bisa bersifat permanen.
Bahaya Sifilis pada Ibu Hamil
Sifilis yang tidak ditangani dapat menular ke bayi dalam kandungan dan menyebabkan:
- Keguguran
- Bayi lahir prematur
- Kematian bayi
- Kelainan bawaan serius
Karena itu, pemeriksaan sifilis sangat penting bagi wanita yang sedang atau berencana hamil.
Mengapa Harus Segera Konsultasi?
Banyak orang merasa malu atau takut memeriksakan diri. Padahal:
- Sifilis dapat disembuhkan dengan terapi antibiotik yang tepat
- Pemeriksaan cepat dan aman
- Privasi pasien terjamin
- Penanganan profesional tanpa menghakimi
Mengobati lebih awal berarti mencegah kerusakan jangka panjang.
Siapa yang Berisiko?
Anda sebaiknya melakukan tes sifilis jika:
- Aktif secara seksual tanpa kondom
- Memiliki lebih dari satu pasangan
- Pasangan terdiagnosis PMS
- Mengalami luka atau ruam mencurigakan
- Sedang merencanakan kehamilan
Pemeriksaan rutin adalah bentuk tanggung jawab terhadap diri sendiri dan pasangan.
Jangan Tunggu Sampai Terlambat
Sifilis bukan penyakit yang bisa dianggap sepele. Luka kecil hari ini bisa menjadi masalah besar di masa depan jika diabaikan. Dapatkan pemeriksaan medis yang cepat, aman, dan rahasia.
Hubungi kami untuk membuat janji pemeriksaan hari ini. Lindungi diri Anda. Semakin cepat ditangani, semakin besar peluang sembuh total. Lindungi kesehatan Anda dan orang yang Anda sayangi mulai sekarang.